Tampilkan postingan dengan label documentation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label documentation. Tampilkan semua postingan

Photos and Video : Circuit Trip Tour

Circuit Trip Tour (Balkot Terror Projects)
Venue: Great Studio,Bandung
Date: 21 Sepetember 2012

Photos by. Audry & Array
Video shoot by.Array




Mosses





Thunder Sanchez



Modulasi Kinetik Statis




Circuit Trip






Circuit Trip Video Live at Great Studio,Bandung 21 September 2012

Read more

Photos From : Pameran Beda Minyak Beda Air

Read more

Review Pengajian Zine # 1



Tulisan :Audry Rizki Prayoga
Foto : Bambang Trisunu dan Rabita Syahbunan

Pengajian (baca:pengkajian) Zine merupakan kegiatan berkala mengkupas, mengkaji, berbagi pendapat serta cerita melalui  medium zine, newsletter dan berbagai media lieterasi lainnya.


Diskusi dimulai ketika Ika Vantiani (Peiniti Pink, Setara Mata dan Puncak Muak) membuka perbincangan dengan menanyakan kembali makna dari zine serta banyaka penggiat media alternatif yang tidak menasbihkan medianya sebagi zine, meskipun mempunyai spirit  yang sama.


Di Indonesia sendiri ada kecendrungan zines  diproduksi,  dikonsumsi dan didistribusikan  oleh scene HC Punk. Fakta tersebut tidak terlepas dari faktor historis awal kehadiran zines di Indonesia yang masuk melalui subkultur punk. Selain itu minimnya akses informasi, diskusi dan workshop mengenai zines yang terbilang telat di luar skena HC Punk, membuat para penggiat skena di luar lingkup tersebut, kurang memiliki kesadaran inisiatif untuk membuat media komunitasnya sendiri.


Padahal jika dibandingkan dengan kolektif, penggiat dan distributor zine di negara lain, varian media literasi di sana terbilang variatf dari musik, sci-fi, kuliner, sastra, olahraga hingga hal – hal yang berhubungan dengan fetish.



Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak individu dan kolektif  di Indonesia yang membuat semacam media komunitas, grafis serta literasi. Namun tidak menamakannya sebagai zine (walaupun secara etika memiliki kemiripan RCA dengan zine, namun kebanyakan tidak menamakan dirinya zine). Namun saya pribadi memandang  hal di atas sudah teralu lelah untuk dibahas.


Selanjutnya beberapa partisipan pengajian saling mempresentasikan/bertukar cerita mengenai zines yang diproduksinya. Dimulai dari Bebe  (Ceumangat Eaaa dan Doleng zines) yang menggunakan medium zines untuk mengenalkan program – program kegiatan IM Books dan Array Madness (Chrust zines) yang memfokuskan pada wacana kesiapan SDM di Indonesia mengenai legalisasi ganja, manfaat hingga karakteristik para pengkonsumsinya. Untuk pembahasan Chrust cukup seru, karena banyak partisipan yang menggiring pada LGN (Lingkar Ganja Nusantara) yang sedang ramai akhir akhir ini serta menanyakan bagaiman respon dari para pembaca dan juga LGN.


Tak ketinggalan juga Ika Vantiani berbagi cerita mengenai media dan distribusi yang pernah dijalankannya yaitu Peiniti Pink (pengarispan dan distibusi media alternatif), Setara Mata (zines) dan Puncak Muak (zines).


Sebelum Peniti Pink (selanjutnya disingkat Pepi), sebenarnya sudah ada Taring Padi yang membuat dan mendistribusikan zines beserta katalognya. Namun dikarenakan disitribusniya yang terbatas (hanya sekitaran Yogyakarta dan kawan kawan terdekatnya saja) sehingga menyebbabkan advertnya tidak teralu besar. Sementara Pepi dalam pola dan environment distribusinya terbilang luas, sehingga banyak yang menganggap Pepi sebagai penanda disitribusi media alternatif di Indonesia.


Namun sayangnya diskusi seru ini sebagian besar hanya dihadiri oleh para penggiat scene HC Punk. Padahal akan lebih seru dan menarik tatkala mendengar respon serta  cerita dari orang – orang di luarscene HC Punk atau yang masih awam mengenai wacana ini. Ok, tunggu saja edisi selanjutnya dari Pengajian Zine  yang rencananya akan dihelat pada bulan Desember.





*Tulisan dan foto ini dipinjam dan dimuat juga di 
Read more

Balkot Terror Project Presents : Argies Tour (Review)

Balkot Terror Project Presents : Argies Tour
Venue: Great Studio
Waktu: 13 Mei 2012
Penampil : Argies(Argentina), Fawse,Muchos Libre, Disphropsy, Hockey Hook,Moses

Words : Audry
Photo : Audry , Feri & Darin

Penggalan bait akhir dari Lust fo LifeIggy Pop, mengingatkanku untuk segera bergegas menuju 'pesta' di bilangan timur Bandung, gratis, serta menepati janji untuk turut serta dalam menyemarakan ritus berkurangnya umur salah satu temanku,tepatnya sepulang dari Great Studio(tempat dihelatnya keriaan tersebut).

Kunyalakan mesin bebek ku se-gaspol mungkin (berhubung lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal). Seperti biasa, aku terbentur oleh brengseknya lalu lintas di akhir pekan. Tanpa tersadar, sembari ditemani teriknya cuaca, aku bersenandung Allright  dari  Supergrass untuk sekedar mengusir  bosan ketika macet. Tak kuhiraukan cekikan tawa dari pengendara lainnya.

Usaha menantang panas serta kebrengsekan jalanan(baca:macet), terbayar lunas tatkala menjejakan kaki di Great Studio. Lokasi venue yang terletak di lantai dua sebuah ruko, mengigatkanku (meskipun tak sama persis ) akan klub legendaris di bilangan Braga.

Keriaan yang diorganisir oleh Balkot Terror Project(sebuah kolektif youth culture bernafaskan D.I.Y yang senantiasa mengoragnisir kolektif musik dari berbagai belahan dunia yang sedang singgah di Indonesia, serta tak lupa sering mengadakan diskusi, workshop, distribusi, hingga berbagai tetek bengek komunal lainnya).

Line up Balkot Terror kali ini cukup variatif (biasanya memanggungkan kolektif HC/Punk), seperti Hookey Hook(Ska), Muchos Libre(proto punk), Fawse (Noise Punk), Disphropsy (brutal death), Moses (hard rock ). Mungkin dikarenakan sang empunya tur  kali ini yaitu Argies.

Arrgh,…saya datang ketika Disphropsy menyelesaikan set nya, namun tak apa karena Muchos Libre membayar lunas dengan pelbagai repertoarnya ditambah , sayang mereka tidak melakukan wrestling act sebagai gimmick mereka selama ini, yeah !. Tak lupa jua, terdapat lapak – lapak zines, vinyl, cd, t-shirt, kaset, dll sebagai bumbu penyedap keriaan ini.

Yeah, Hockey Hook menyambar dengan hook – hook panas dan seolah berada twisted wheel club. Are you ready to mod clubbing?. Hanya menurut saya,mereka belum terdengar sublim.

Belum juga tunntas simbahan keringat(dampak pertrungan di altar moshpit, Fawse tanpa basa – basi langsung menghajar set – nya dengan mengajak para apresiator ke dalam situasionik senjakala Mudd Club. Sedikit informasi, Fawse merupakan kolektif  yang merupakan ekses dari Roverlantern.Yeah, jika Roverlantern mengusung Drone act sebagai manefestonya, maka Fawse cenderung lebih nyaman bermain di wilayah No Wave/Fuzz act, meskipun masih terdapat benang merah dari aroma drone act – nya.Bahkan untuk set  kali ini, Fawse mengajak para apresiator untuk saling merespon,dengan medium mic yang  disediakan, para apresiator diajka untuk merespon bebunyian yang disajikan Fawse.

Dilanjutkan oleh Moses, kuarter Stoner/Hard Rock/(maybe)Clutch-esque yang memulai setnya dengan sedikit canggung, namun kecanggunagn itu sirna, paska mereka sukses “membakar” venue dengan menggugah penonton ke dalam atmosfir padang California.

(Mungkin) karena hajatan ini dihelat di kala Minggu siang, yang menyebabkan seretnya para gig – goers. Ah, namun persetan, bukankah dengan surutnya apresiator justru membuat situasi lebih terselektif?

Keriaan ini ditutup oleh pelakon kali ini, yaitu Argies. Argies sendiri merupakan kolektif musik asal Argentina yang namanya  dicomot dari istilah pers Britania untuk merendahkan orang Argentina ketika Perang Falkland berkecamuk. Sesuai manifestonya yang menyatkan bahwa mereka (baca: Argies) ingin melupakan “tragedi” tersebut dengan bermain dalam teritori 70’s punk/ska/latin rhytms.
Namun, tak dinyana segerombolan pemuda meresahkan turut  mengacaukan keriaan ini. Saya sendiri tidak mempermasalahkan situasi tersebut, toh keriaan ini terbuka untuk umum.

Tapi, dengan perilakunya yang ehmm..  terbilang anoyed  justru membuat keintiman menjadi lebih terminimialisir . Ok, kita tinggalkan sejenak isu tersebut.

Overall, Argies berhasil mengajak para penonton untuk berdansa seakan tiada hari esok.Bahkan di akhir set, mereka juga mengajak penonton untuk ber singalong  beberapa nomor dari The Ataris. Yap, sebuah keriaan memang tidak diharuskan menggunakan  panggung besar, soundsystem dan lighting yang (terbilang) overrated, celebrity culture, hingga tetek bengek acara konvensiaonal lainnya yang menyebalkan. Cukup dengan kedatangan apresiator yang memberi apresiasi dan teman-teman yang datang untuk mendukung kesukseksan acara. Sampai jumpa di Balkot Terror Project selanjutnya.














Read more

Photos & Videos :Spasm Record Presents:More Brutality Less Harmony Vol III

photo & videoshoot :audry





































Egnas Minoca


Argot


Terror of Dynamite Attack


Hotel Prodeo
Read more

Balkot Terror Project Presents:Clowns (Aus) and Video Nasty (Aus) Tour)



Performance by:
Clowns (Melbourne,AUS)
Video Nasty (Sydney,AUS)
Angry Soreangs
Fukk Bar Culture
Bobs Wilder
Whe The People!

Date:Tuesday,14 February 2012
Time : 05.00 pm

Venue:Studio Rama (Jl Burung Tungku no 16 A Rajawali,Bandung)
Free!
Read more

Spasm Record Presents:More Brutality Less Harmony Vol III





with Special Performance:
Dj Urine (France)
Proletar
Bangsat
Extreme Hate
Aneka Digital Safari
Terror of Dynamite Attack
Hotel Prodeo
Argot
Rima Jerit Orkestra
Egnas Minoca

Venue: Maja House (Jl Sersan bajuri 72 Bandung)
Date:5 February 2012
Start: 15:00
Ticket:Rp 15.000
Read more

about us

Kebebasanmutlak! adalah sebuah zine D.I.Y yang membahas tentang kultur pergerakan, musik, literatur, film, dll. Temui kami para pekerja serabutan di berbagai gig di kota kembang atau anda bisa mengunduhnya secara gratis di http://www.kebebasanmutlak.blogspot.com/

Sementara untuk webblog/webzine ini kami berusaha untuk memberikan isi yang berbeda dari versi zine kami baik cetak maupun pdf. Di webblog/web archive ini juga kami akan berusaha menyajikan sesuatu yang alternatif informasi, arsip, video, dan kami akan menambahakan fitur free download mp3 yang kami rekomendasikan, video, bootleg, dll. Mudah - mudahan kami dengan adanya blog ini kami mampu memberikan sumbangsih terhadap scene yang kami cintai ini.

Kebebasanmutlak! is a zine that discusses DIY culture movement, music, literature, movies, etc.. Meet us in a variety of odd jobs workers gig in the city of flowers or you can download it for free at http://www.kebebasanmutlak.blogspot.com.

contacts: kebebasanmutlak@yahoo.co.id.

 

kebebasanmutlak! Design by Insight © 2009